3 Rekomendasi Proyektor Mini di Bawah Rp1 Juta

 

Proyektor Mini di Bawah Rp1 Juta
Proyektor Mini


Proyektor saat ini sudah bukan lagi menjadi barang mewah yang sulit dimiliki. Kamu pun bisa membeli proyektor dengan harga yang murah. Bukan cuma soal murah, proyektor pun sekarang sudah berevolusi dengan ukuran yang lebih mini, sehingga ringkas dan juga lebih mudah dibawa ke mana-mana.

Salah satu alasan mengapa orang membeli proyektor adalah karena bisa dipakai untuk mendukung hiburan keluarga di rumah, seperti misalnya menonton video dan lainnya. Dengan munculnya kebutuhan seperti ini, tidak sedikit dari produsen perangkat elektronik yang akhirnya merilis proyektor mini dengan harga terjangkau.

Memang bila dibandingkan dengan proyektor kelas wahid, munculnya proyektor kelas ekonomis ini kerap dipandang sebelah mata. Banyak yang ragu jika kualitas yang ditampilkan tidak sebaik proyektor unggulan. Wajar, ada harga, ada rupa.

Nah, kalau kamu memang mencari proyektor mini murah untuk kebutuhan hiburan di rumah seadanya, berikut ini kami akan berikan rekomendasi proyektor mini murah untuk hiburan keluarga.

1. YG-300

Proyektor mini pertama yang akan kita bahas kali ini adalah YG-300. Secara desain, YG-300 bisa dibilang hadir dengan desain yang cantik. Terlepas dari harganya yang murah, justru orang akan melihat bahwa proyektor ini tidak tampak seperti proyektor murahan.

Desainnya pun menggunakan dua warna putih dan kuning yang cukup elegan. Sama sekali tidak terlihat murah. Saking cantiknya desain dari proyektor ini, kami berpendapat jika YG-300 juga bisa dipakai sebagai penghias ruangan.

Semua sisinya punya cutting yang rapi. Semua port pun tersusun rapi di bagian belakang dan sisi sebelah kanan belakangnya. Tidak mengganggu visual dari desain bodinya. Sementara tombol pengaturan ada di bagian atas bodi.

Meski punya desain yang cukup cantik, tetap saja ada kesan murah ketika memegangnya. Bahkan dari pengalaman menggunakan, kami menemukan kejadian tidak mengenakan, yakni ujung tripod yang patah. Kami pun sempat berasumsi bahwa produk ini mungkin akan mudah hancur berkeping-keping bila tidak sengaja terjatuh dari tempat yang tinggi.

Soal performa, sayangnya hasil gambar YG-300 kurang bisa diandalkan. Untuk menonton video, tampilannya lebih pixelate. Karenanya, proyektor ini rasanya lebih pantas untuk dipakai bermain game retro 8-bit sampai 16-bit, seperti yang ditawarkan oleh konsol NES (Nintendo Entertainment System) atau untuk presentasi.

2. Aun Q2

Proyektor mini yang satu ini kami rekomendasikan cocok sebagai hadiah ulang tahun anak. Ya, Aun Q2 memang proyektor yang diciptakan untuk menemani anak menonton film kartun. Hal ini terlihat dari campaign iklannya dan tulisan di kardusnya yang berbunyi “Kids Story”.

Ukuran Aun Q2 ini terbilang kecil dan ringkas. Ia memiliki bentuk kotak dengan tali karet di bagian atas. Tali karet ini tentu akan memudahkan anak kamu untuk membawanya ke mana-mana. Tak hanya itu, bobot proyektor ini sendiri cukup ringan bagi anak.

Sementara itu untuk desainnya sendiri, Aun Q2 juga tampil menarik. Meski kotak, sudut-sudutnya dibuat lugas tidak kaku. Selain itu di bawah lensanya dibuat garis lengkung yang didalamnya terdapat lampu indikator. Garis melengkung itu seolah seperti mulut yang tersenyum, sementara matanya adalah si lensa itu tadi.

Seluruh perangkat ini didominasi warna putih. Warna birunya hanya ada sebagian. Jadi, kamu mesti ekstra keras menjaga kebersihan proyektor mini ini. Sama seperti YG-300, Aun Q2 juga cocok dipakai sebagai pajangan di rumah.

Untuk performanya sendiri, proyektor ini hanya cocok dipakai untuk menonton film animasi atau kartun, seperti Spongebob atau Tayo the Little Bus. Untuk film non-animasi, sayangnya hasilnya kurang memuaskan. hasil gambarnya sangat buruk, lebih ke arah pixelate atau istilahnya kotak-kotak. Dari jarak sekitar 1 meter, teks tidak bisa terbaca dengan jelas.

3. Cheerlux C6 Mini

Dibandingkan dengan kedua proyektor di atas, Cheerlux C6 Mini ini punya ukuran yang lebih besar. Proyektor ini punya dimensi 8,1 x 6,2 x 3,4 inci. Meski demikian, proyektor ini masih termasuk muat untuk dimasukkan ke dalam tas untuk bepergian.

Bobotnya juga tidak ringan, yakni sekitar 952 gram. Bicara desain, ia punya desain seperti proyektor pada umumnya. Walau punya harga yang murah, desain yang diusung oleh Cheerlux C6 Mini ini tidak sembarangan. Sudut-sudutnya tidak kaku dan dirancang luwes dengan dominasi warna hitam doff dan sedikit akses silver di bagian depan.

Penggunaan proyektor ini sendiri sangat mudah. Kamu bisa menyambungkan proyektor ini dengan berbagai macam port yang disediakan, seperti HDMI, USB, VGA, RCA, sampai output audio 3,5mm. Di dalam proyektor ini juga terdapat speaker 2W yang hasil suaranya cukup lantang terdengar di penggunaan ruangan.

Secara spesifikasi, proyektor ini mampu menampilkan gambar dengan ukuran mulai dari 22 inci sampai 160 inch. Namun, untuk hasil gambar terbaik sebaiknya berada di kisaran 50 inci atau jarak sekitar 2 meter sampai 5 meter.

Hasil gambarnya juga tidak mengecewakan. Proyektor ini mampu menampilkan gambar yang jernih, tergantung dari berapa jarak tembak monitor ke layar atau permukaan tembok. Untuk ruangan semi gelap, gambar yang ditampilkan masih terhitung jelas dan bening.

Sementara untuk pengaturan fokusnya, ia tidak seperti proyektor murah pada umumnya. Kamu tidak perlu capek mengatur ulang, karena setelah diatur pada jarak tampil yang diinginkan maka ia akan tetap fokus dan tidak berubah.

Nah, setelah mengetahui beberapa rekomendasi proyektor mini dibawah Rp 1 juta diatas. Mana yang akan kamu pilih?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel